Daftar Kampung

Pada wilayah Kelurahan Punggawan, total terdapat 6 kampung di dalamnya. yaitu:
  1. Kampung Punggawan
    Arti dari nama Punggawan adalah Tempat Para Punggowo Keraton. Pada zaman pemerintahan Mangku negoro yang dipimpin oleh Mangku Negoro I (Pangeran Samber Nyowo) di lokasi tersebut banyak sekali para Punggowo Kraton yang bertempat tinggal, maka tempat itu dinakaman Kampun Punggawan.
  2. Kampung Jabang Bayen
    Arti nama Jabang Bayen adalah tempat lahirnya Raden Mas Kliwon (Anak Raja). Semasa Pangeran Mangku Negoro I bersama istrinya yang sedang hamil 8 bulan, akan berpergian ke Lawu. Tiba-tiba sang istri merasakan sakit perutnya, sehingga melahirkan dan bayi tersebut meninggal dunia lalu dimakamkan si tempat itu juga. sehingga kampung tersebut dinamakan Jabang Bayen. Bayi tersebut dinamakan Bandoro Rade Mas Kliwon karena lahirnya Hari Pasar Kliwon.
  3. Kampung Bromantakan
    Artinya adalah "jalan setapak yang banyak pepohonan berserakan atau berantakan". pada saat itu, pasukan Keraton yang bernama Pasukan Semut Ireng sering sekali melewati wilayah tersebut dan jalannya adalah jalan setapak, karena belum adanya jalan yang baik atau lebat dan banyak sekali pepohonan yang malang melintang(berantakan) sehingga kampung tersebut dinamakan kampung Bromantakan
  4. Kampung Madyotaman
    Yang memiliki arti "tempat tinggal para abdi yang pekerjaannya mengurusi sesaji Keraton". Tempat itu sering sekali digunakan untuk peristirahatan atau tempat bersantai oleh Pangeran Mangkunegoro I dengan para abdi dalem dan untuk menggladi para pasukan Semut Ireng seberapa kemampuan para prajurit. Dari situlah Kampung Madyotaman tercipta
  5. Kampung Tempel Rejo
    Artinya adalah “berdempetan (nempel)”. Pada zaman dahulu ada punung (gumuk). Para abdi dalem sesudah gladden atau latihan sering sekali pergi ke punung untuk mendapat ilham (wangsit), karena sempitnya tempat (gumuk) tersebut para abdi dalem berdempetan (nempel) dan ramai, maka tempat tersebut dinamakan Tempel Rejo.
  6. Kampung Petetan
    Yang berarti “tanaman”. Pada zaman abdi dalem khusus keputren sebagai tempat untuk sesajen, abdi dalem banyak menanam bunga-bunga untuk sesajen di pinggir jalan dan depan rumah banyak sekali tanaman (petetan), maka kampong tersebut dinamakan Petetan.